Home
EDISI TERBARU

Image

 
Image
 
 
User Login

CS-1 (Siti)

CS-2 (Aini)

Redaksi (Puji)

Redaksi (Ayu)

Syndicate
Who's Online

Image

Image  

Image 

 
Mie Ramen Nyonyor Menggoyang Lidah PDF Print E-mail
Friday, 06 January 2017

Sample Image

Bosan dengan olahan mie yang biasa-biasa saja? Kenapa tidak Anda coba menikmati mie dengan penyajian yang berbeda, Mie Ramen Nyonyor misalnya. Mie Nyonyor menawarkan sajian Mie ramen 5 level kepedasan.
 

Bosan dengan olahan mie yang biasa-biasa saja? Kenapa tidak Anda coba menikmati mie dengan penyajian yang berbeda, Mie Ramen Nyonyor misalnya. Mie Nyonyor menawarkan sajian Mie ramen 5 level kepedasan.

Berawal Dari Hobi
Bisnis kuliner masih menjadi primadona untuk mendulang rupiah, asalkan berani mencoba, tekun dan jujur. “Sebenarnya saya ingin bisnis makanan bakso karena memang doyan makan bakso. Saat masih kuliah sering ikut bazar makanan dari resep bakso hasil resep sendiri. Namanya bakso cinta. Di dalamnya berisi potongan sayur serta buah. Kuahnya juga warna warni karena campuran dari tomat dan beberapa sayuran. Tapi saya berpikir bakso saya tidak bisa di jual secara berkelanjutan karena tidak bertahan lama”, jelas lelaki lulusan terbaik di kampus Untag Banyuwangi
Hal inilah yang menjadi prinsip Fendra Agoprilla Putra yang telah sukses mengembangkan Mie Nyonyor dengan omzet Rp 90 juta-Rp 100 juta per bulan
Dari otak atik di dapur selama dua minggu, akhirnya Ago berhasil menciptakan menu Mie Nyonyor yang mempunyai level pedas 1-5. Dia meminta teman-teman di kampus nya untuk mecoba dan mereka memberikan respon positif.

Modal Uang Patungan dengan Pacar
Dengan modal 1,5 juta rupiah, akhirnya Ago memberanikan diri membuka warung Mie Nyonyor pertama kalinya di teras rumah dengan dua meja kecil bekas kost-kostan. "1,5 juta itu uang saya pribadi dan uang mantan pacar yang sekarang sudah jadi istri saya. Uang itu juga termasuk uang 'jaga-jaga' kalau gagal," ungkapnya.
Ago masih ingat, di hari pertama ada sekitar 20 pelanggan yang sebagian besar kawan-kawan di kampusnya. "Setiap ada yang pesan saya lari di dapur yang ada di belakang rumah karena memang disana masaknya. Dan sekarang sudah memanfaatkan garasi rumah yang dulu pernah jadi kamar saya untuk di jadikan dapur. Saya ya jadi kasir, jadi tukang masak, jadi tukang bersih-bersih dibantu sama ibu, istri yang saat itu masih jadi jadi pacar," kata Ago yang saat ini telah memiliki lebih dari 20 pegawai.
Selalu Menciptakan Menu Baru
Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya, Ago selalu menciptakan menu-menu baru hasil kreasi dia sendiri selain Mie Nyonyor yang memiliki level kepedasan 1-5. "Ada Mie Nyonyor Saus Bolognese, Ramen Nyonyor, Club Sandwich Panggang dan Salad Buah. Yang mau tambah porsi dan tambah toping juga di sediakan," jelasnya.
Saat di tanya rahasia gurih dan pedas Mie Nyonyor kreasinya, Ago tidak pelit berbagi resep. "Mie yang saya buat tanpa MSG karena memang tidak baik untuk kesehatan. Pedasnya murni dari cabai yang dibuang bijinya, jadi tidak akan menimbulkan penyakit usus buntu. Cabai tersebut diblender lalu direbus dengan bumbu hingga berubah menjadi pasta yang dijadikan campuran dalam mie. Selain itu, minuman di sini tidak ada yang mengandung soda karena saat makan pedas dilarang minum soda. Itu sudah saya coba sendiri," tambahnya.

Pemasaran Melalui Media Sosial
Ia mengaku, selain mengenalkan Mie Nyonyor lewat teman-teman kampusnya, ia juga menggunakan media sosial dengan nama Mie Nyonyor dan sering menggelar kuis atau lomba foto ekspresi kepedasan makan Mie Nyonyor dengan hadiah makan gratis dan memberikan diskon bagi pelanggannya.
“Responnya sangat baik, sehingga pelanggan bawa teman satu lainnya. Lewat mulut ke mulut promosinya,” jelasnya.
Lelaki lulusan Ekonomi Manajemen tersebut akhirnya memutuskan menjadi pedagang Mie Nyonyor dan menolak pekerjaan lain yang sudah di depan mata. "Sempat bermain di saham dan juga diterima lowongan kerja di salah satu bank. Tapi saya bulat memutuskan untuk tetap jualan mie," tambahnya.
Hasil kerja keras Ago terbayar. Saat ini ia telah memiliki beberapa cabang. “Ada di Sukowidi, di Genteng dan di sini untuk wilayah Banyuwangi. Kalau di luar kota ada di Jember, Sidoarjo dan dua cabang di wilayah Surabaya. Sebagian besar keluarga sih yang mengelola dengan sistem persentase 3-4 persen dari omzet setiap cabang,” jelasnya.

Tips Sukses Ala Mie Nonyor
•    Intinya niat, soalnya kalau nggak punya duit kalau dia niat pasti bisa
•    Lakukan yang bisa dikerjain, nggak perlu nunggu,
•    Jangan takut gagal, kadang-kadang orang suka membatasi dirinya karena takut gagal

Contact person Mie Nyonyor
•    Alamat    : Jl. Medang Kamulan No.8. Banyuwangi
•    No Telepon    : 0877-5581-7752
•    Facebook    : Mie Nyonyor

 
Special Offers
Buku
Dvd
Resep Ebook
Rubrikasi
Aneka Tips
Saran Pakar
Profil Pengusaha
Resep Usaha
Seputar Alat dan Mesin
Menu Unik
Liputan Wira Usaha
Artis
Menu Ala Chef
Peluang Usaha
Advertisement