Home
EDISI TERBARU

Image

 
Image
 
 
User Login

CS-1 (Siti)

CS-2 (Aini)

Redaksi (Puji)

Redaksi (Ayu)

Syndicate
Who's Online

Image

Image  

Image 

 
Dhee Phee Cookies PDF Print E-mail
Friday, 05 August 2016
Image
Kesukaan ngemil masyarakat Indonesia tergolong tinggi, tak heran ada peluang besar untuk berpartisipasi di dalamnya. Yati Septianty, wanita asal Bogor yang tinggal di Kota Tangerang sejak 5 tahun lalu menangkap peluang itu dengan berbisnis cookies atau biskuit karakter. Cookies yang dibuatnya sangatlah berbeda dengan yang beredar di pasaran, sebab selain kualitas rasa tampilannya pun sangat diperhatikan untuk memikat para pembeli.

Terinspirasi Dari Sang Anak
     Berawal dari kecintaan terhadap sang anak, ibu Yati Septianty membuat kue kering hanya untuk konsumsi anaknya karena anaknya sangat menyukai kue buatan ibu Yati, kemudian beliau melihat ada sebuah peluang besar untuk bisnis cookies, dengan keyakinan tinggi ibu Yati meminta izin dari sang Suami.
     “Selain karena anak, saya juga merasa bahwa semua orang suka sekali dengan ngemil makanan ringan, terutama untuk mengisi waktu senggang atau hidangan pada hari raya.
     Jadi, saya meminta izin kepada suami untuk memulai usaha pembuatan cookies secara serius,” urai wanita kelahiran tahun 1979 itu.
     Lalu ia membuat ide untuk menjajakan cookies berbentuk karakter kesukaan anaknya dan banyak sekali respon positif yang datang.

Asal Mula Nama DheePee
     Asal Mula Nama DheePee
Kini usaha yang sudah dirintis sejak tiga tahun lalu sudah berkembang pesat, hingga akhirnya diberi nama Dhee Phee. Nama Dhee Phee itu sendiri berasal dari anak sulung mereka yang bernama Raflly Davynata Pramadi yang disingkat Raflly DP, dan akhirnya mereka melafalkannya menggunakan ejaan huruf bahasa Inggris.
     “Ternyata nama anak memang membawa berkah, mungkin sudah rezekinya,” tukasnya Yati Septiany yang dalam menjalankan usaha cookies berkarakter dibantu oleh Helmi Permadi suaminya.

Sang Suami pun Terjun
     Bapak Helmi Permadi Suami dari ibu Yati Septianty mengaku sangat tepat meninggalkan pekerjaannya. Sebab, hasil yang didapatkan Cookiessecara finansial sangat berbeda, sehingga dirinya merasa bersemangat untuk meningkatkan omset penjualannya. “Sebelumnya suami saya kerja sebagai eksekutif pemasaran di salah satu perusahaan mobil asal Jepang. Tapi, karena kasihan melihat saya mengasuh anak-anak dan juga memenuhi pesanan kue para pelanggan akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya,” papar wanita yang juga memiliki usaha kue bolu itu.

Omzet Penjualan Hingga 2000 Toples
     Dengan dibantu oleh suami, omset penjualannya pun semakin tinggi pada setiap bulannya. Menurut Yati, jika pada beberapa bulan sebelumnya hanya mampu membuat 100 wadah cookies pada setiap bulannya, kini meningkat dua kali lipat dari biasanya.
     “Alhamdulillah, bahkan pada bulan ramadhan menjelang lebaran seperti ini kita mampu membuat lebih dari 2000 wadah untuk satu bulan dan saat ini kami juga berada di bawah binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Tangerang,” tutup bu Yati.
 
Special Offers
Buku
Dvd
Resep Ebook
Rubrikasi
Aneka Tips
Saran Pakar
Profil Pengusaha
Resep Usaha
Seputar Alat dan Mesin
Menu Unik
Liputan Wira Usaha
Artis
Menu Ala Chef
Peluang Usaha
Advertisement