Home arrow Profil Pengusaha arrow Kekuatan dari Keberanian
Image
 
 
User Login

CS-1 (Siti)

CS-2 (Aini)

Redaksi (Puji)

Redaksi (Ayu)

Syndicate
Who's Online
We have 7 guests online

Image

Image  

Image 

 
Kekuatan dari Keberanian PDF Print E-mail
Monday, 11 July 2016

Image

Untuk sukses dalam bidang usaha kue, tak hanya perlu keberanian menawarkan produk. Dan keberanian untuk percaya pada diri sendiri yang membawa Ratri Nugroho (40th) menguji tingkat kemampuannya di dunia baking.

     Dengan latar belakang pendidikan lulus sekolah dari tingkat SMEA, tak pernah sekalipun terlintas pemikiran dibenaknya untuk menekuni usaha terima pesanan aneka kue. Di luar dugaan ketika kedua orang tuanya telah tiada semasa ia lulus sekolah, akhirnya Ratri harus mencari nafkah untuk dirinya sendiri.

     “Saat itu untuk mencari uang, saya bekerja ikut orang dengan berjualan nasi pecel. Di tempat bekerja itulah, awal saya belajar membuat kue. Karena yang punya usaha ini juga menerima pesanan aneka kue basah, jadi saya sering diperbantukan membuat jajanan seperti, kroket, bolu zebra, brokus, dan masih banyak lagi” ungkap Ratri anak ke 5 dari 9 bersaudara ini.

     Bekerja di tempat orang telah membawanya belajar bagaimana memproduksi kue. Dari situlah dia mulai mengenal dan lambat laun seluk beluk bagaimana membuat kue. Awalnya yang tidak begitu mahir bergelut dengan usaha kue, namun dengan kemauan yang kuat dan bekal ilmu yang didapat saat masih bekerja, akhirnya Ratri meyakinkan dirinya pun bisa untuk membuka usaha dengan merek Ratri Cake.

Kekuatan Mau Belajar
     Pengalaman bekerja selama beberapa bulan di tempat orang, adalah salah satu poin yang memberi kontribusi pada suksesnya usaha kue yang telah dirintisnya selama 15 tahun.
     Namun pengalaman saja itu mungkin tak berarti kalau ia hanya bekerja tanpa memiliki cukup kekuatan mau belajar. Dari kekuatan belajar secara otodidak yang relatif besar inilah, mendorong minat Ratri untuk menekuni secara serius usaha kue skala rumah tangga.

     ‘Mungkin karena saya hobi masak, sehingga saya tak pernah bosan untuk belajar dalam bidang ini’ ungkap wanita kelahiran Surabaya, 20 Februari 1972.
Bagi Ratri ada hal lain yang memberinya kekuatan ekstra untuk belajar. Yakni, sikap untuk tidak pernah merasa puas atas hasil yang telah dicapainya. Walaupun usahanya telah cukup dikenal, sikap untuk mengikuti kursus kue tak menghalanginya untuk terus belajar. Sehingga produk-produk yang dibuatnya bisa mengikuti selera pasar.

     ‘Awalnya tidak percaya, ada tetangga yang mau dibuatkan kue untuk acara lamaran. Setelah hasilnya jadi, ehh…keterusan makin banyak juga tetangga yang pesan. Dari situlah orang mengenal kue-kue buatan saya. Selain harganya murah dan rasanya tidak mengecewakan’ katanya.
Spiku Andalan Cocok Untuk Hantaran Lebaran
      Di sini Ratri membuktikan kecintaan akan hobinya. Dedikasinya dalam bidang inipun ia dengan tekun menangani setiap pesanan, walaupun masih belum memiliki gerai khusus.Menurut Ratri, meski bermunculan berbagai kue dengan kreasi dan inovasi, Kue Spiku buatannya cukup banyak dipesan. Cake klasik satu ini sengaja dibuat Ratri hanya 2 tumpuk yaitu kuning dan cokelat. Terbuat dari telur ayam yang cukup dominan, membuat rasa spiku sangat khas dan teksturnya cukup lembut dengan aroma harumnya cokelat.

     Dengan harganya relatif terjangkau, satu loyang kue spiku ukuran 30 x 30 cm keempukan kue ini ditawarkan dengan harga sekitar 70 ribu rupiah. “Untuk menjaga mutu, kami selalu gunakan bahan pilihan seperti telur, tepung terigu dan margarin, ini cukup penting karena sangat menentukan rasa cake. Begitu juga dalam pembuatannya, saya meraciknya sendiri agar aromanya khas” cerita Ratri tentang pentingnya menjaga mutu.

     Mengikuti selera dan daya beli pelanggan, tidak hanya spiku sebagai andalan, Ratri juga menyediakan Chiffon cake dengan loyang diameter 26 cm, dihargai 22 ribu rupiah. Kedua cake ini cukup favorit dipesan, selain pantas untuk suguhan, penampilannya yang cantik cocok juga sebagai hantaran untuk oleh- keluarga ataupun sanak saudara. Apalagi dimoment lebaran yang akan datang.

     Sementara itu mendekati lebaran kali ini, Ratri juga kebanjiran order aneka kue kering, seperti nastar, kukis emping, kukis kacang, putri salju dan masih banyak lainnya. Dengan harga yang cukup terjangkau, semua kue-kue itu telah memiliki pangsa pasar tersendiri. Demi memudahkan pelanggan mendapatkan produknya, Ratri juga membuka peluang bagi mitra sebagai reseller dengan menjualkan produknya.

Suka Duka
      Dalam pandangan Ratri, apapun pekerjaannya, kalau dilakukan dengan suka dan tanpa beban, pasti segala kesulitan dan tantangan pun terasa ringan. Bekerja sebagai bakulan kue, selalu banyak tantangannya yang tak hanya bagaimana membuat kue itu terasa enak, tetapi tampilannya juga harus menarik.

     Hingga saat ini dengan keahliannya dalam memproduksi kue, sehari-hari Ratri hanya dibantu oleh seorang karyawan. Menurut dia, pekerjaan usaha kue ini sangatlah menyenangkan. Yang terpenting untuk mengantisipasi kegagalan adalah memahami sifat-sifat dari berbagai bahan yang digunakan serta peralatan yang mendukung
 
Special Offers
Buku
Dvd
Resep Ebook
Rubrikasi
Aneka Tips
Saran Pakar
Profil Pengusaha
Resep Usaha
Seputar Alat dan Mesin
Menu Unik
Liputan Wira Usaha
Artis
Menu Ala Chef
Peluang Usaha
Advertisement