Home
Image
Image
Image
 
Special Offers
Buku
Dvd
Resep Ebook
E-Tabloid
Rubrikasi
Aneka Kukis
Aneka Puding
Aneka Minuman
Aneka Cake
Masakan Asing
Menu Katering
Aneka Snack
Menu Kafe
Bakery
Menu Oriental
Kamus Dapur
Jajan Pasar
Hidangan & Sejarahnya
Piknik
Menu Harian
Favorite Si Kecil
Kreasiku
Kini Ku Tahu
Seputar Rumah Tangga
Penambah Uang Jajan
Coba Usaha
Sarapan Yuk
Selera Nusantara
Menu Bekal
Serba Coklat
Berita Boga
Resep - Resep
Proses, Manfaat & Kandungan Gizi Tape PDF Print E-mail
Thursday, 22 April 2010
Image
Tape Singkong, satu diantara penganan fermentasi yang
cukup lama dan diolah secara tradisional. Dibalik kombinasi
rasa manis dan asam, tape yang terbuat dari tanaman
singkong ini tak jarang dianggap memiliki banyak manfaat
untuk kesehatan.

Berbicara tape singkong, penganan ini begitu populer di Jawa dan dikenal di seluruh tempat, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Di Jawa Barat, tape singkong dikenal dengan sebutan peuyeum (bahasa Sunda).
Nah, di daerah Priangan utara seperti Purwakarta dan Subang, tape atau peuyeum dijajakan sebagai buah tangan khas daerah. Namanya peuyeum gantung, karena diperdagangkan dengan cara digantung. Sedangkan, pusat penghasil tape singkong terkanal lainnya ada di Bondowoso, Jawa Timur.

PROSES PEMBUATAN TAPE
Citarasa tape yang identik dengan rasa manis dan asam, tercipta dari bagaimana proses pengolahannya. Pengolahan tape singkong dengan cara fermentasi merupakan jenis pengolahan pangan yang cukup lama dikenal masyarakat, dimana tape ini dibuat dari bahan dasar umbi singkong yang direbus, lalu dibalur dengan ragi tape (Saccharomyces cerevisiae). Untuk mendapatkan hasil tape yang optimal, selain memilih bahan dasar yang baik, proses pembuatan tape harus benar. Begitu juga ragi yang digunakan harus bermutu tinggi. Dari ragi ini akan mengeluarkan enzim yang berguna dalam proses fermentasi. Agar dihasilkan tape yang manis, selain lama fermentasi, pemberian ragi secukupnya, serta penutupan yang sempurna selama proses fermentasi berlangsung harus diperhatikan. Lamanya proses fermentasi ini sebaiknya jangan lebih dari tiga hari. Jika lewat batas maksimum dan pemberian ragi terlalu banyak nanti tapenya lembek dan terasa masam. Rasa masam disebabkan pati yang diubah oleh enzim amilase menjadi gula (sukrosa). Enzim invertase mengubahnya lagi menjadi glukosa. Hasilnya berupa alkohol. Jika proses fermentasi terlalu lama alkohol akan menghasilkan asam asetat sehingga dapat menghasilkan tape yang terasa masam. Proses fermentasi yang terlalu lama dapat menghasilkan air tape yang cukup banyak. Rasa manis pada tape akan berkurang.


MANFAAT & KANDUNGAN GIZI
Tape yang bermutu dihasilkan dari proses fermentasi dan penggunaan bahan dasarnya secara benar. Manfaatnya amat bagus untuk menghangatkan tubuh, karena mengandung alkohol. Namun, bila dimakan berlebihan akan menyebabkan memabukan dan menimbulkan sakit pencernaan. Tape singkong merupakan sumber energi yang cukup potensial. Sebab kandungan energinya per 100 gram hampir setara dengan yang diperoleh dari nasi dengan ukuran yang sama. Energi tersebut umumnya berasal dari karbohidrat. Sedangkan kadar lemak dan protein umumnya rendah. Jika harus memilih, sebaiknya pilihlah tape singkong kuning dibandingkan tape singkong putih. Karena kadar vitamin Anya lebih banyak. Singkong kuning mengandung vitamin A 385 SI per 100 gram, sedangkan singkong putih tidak mengandung vitamin A. Jangan heran begitu melihat tape singkong yang sudah disulap dalam pembuatan beragam jajanan. Seperti, olahan tape singkong yang telah LeZAT sajikan berikut ini. *Upi/dbs

 
Advertisement
Special Offers
Image Image
 
Image

Image

Image

Image

Image  

 

 
User Login

Syndicate
Who's Online